Warga Kalianyar Krangkeng Keluhkan Jalan Rusak hingga Minimnya Tenaga Kerja Lokal, Amroni Siap Kawal Aspirasi

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Amroni saat reses di Desa Kalianyar. (foto/mandanews/red)
Indramayu, MandaNews - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Amroni, menyerap langsung aspirasi warga Blok BTN BKI Kalianyar F 35 RT 11 RW 01, Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (06/02/2026).
Sejumlah persoalan krusial mencuat, mulai dari kondisi jalan lingkungan perumahan yang rusak, minimnya fasilitas umum, hingga keluhan sulitnya warga lokal mendapat pekerjaan di kawasan industri Krangkeng, khususnya di PT Sun Bright Lestari (SBL).
Salah satu warga, Taufik, mengatakan kerusakan jalan di lingkungan perumahan sudah berlangsung lama tanpa kejelasan penanganan, meski warga rutin membayar pajak.
“Kami ini taat pajak, bayar PBB, pajak kendaraan juga tidak pernah nunggak. Tapi jalan di lingkungan kami rusak bertahun-tahun dan belum diperbaiki. Warga tidak mau tahu ini urusan siapa, yang penting hak kami sebagai masyarakat harus terpenuhi,” keluh Taufik.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti minimnya peran developer dalam menyediakan fasilitas umum.
Menurutnya, sarana seperti tempat ibadah justru dibangun secara swadaya oleh warga, bukan difasilitasi pihak pengembang sebagaimana mestinya.
Keluhan lain yang tak kalah serius datang dari sektor ketenagakerjaan. Taufik yang pernah terlibat dalam proyek pembangunan pabrik sepatu PT SBL mengungkapkan, banyak tenaga kerja justru direkrut dari luar daerah, bahkan luar negeri, sementara warga sekitar hanya menjadi penonton.
“Banyak anak-anak muda di sini lulusan SMA, SMK, bahkan S1. Tapi yang diterima kerja justru orang luar dengan alasan pengalaman. Padahal mereka juga awalnya nol pengalaman. Ini yang membuat masyarakat merasa tersisih di daerah sendiri,” ujarnya.
Ia mendorong agar perusahaan dan pemerintah daerah serius menghadirkan pelatihan kerja berbasis CSR, agar warga lokal memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
“Kalau memang alasannya pengalaman, ya buatkan pelatihan. Manfaatkan CSR untuk itu, khususnya bagi warga sekitar Krangkeng seperti Kalianyar, Dukuhjati, Srengseng, dan Singakerta,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Amroni menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi warga, baik terkait infrastruktur lingkungan maupun persoalan tenaga kerja lokal di kawasan industri.
“Apa yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami kawal. Sementara terkait tenaga kerja lokal, kami akan dorong agar perusahaan lebih berpihak kepada warga sekitar serta menghadirkan pelatihan kerja yang konkret,” tegas Amroni.
Ia menegaskan, kehadiran industri di Indramayu seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat sekitar, bukan justru melahirkan kecemburuan sosial akibat minimnya akses kerja.
Kegiatan reses ini pun disambut antusias warga, yang berharap aspirasi mereka tidak berhenti sebagai catatan semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata di lapangan. (Win/Dwi)
Bagikan artikel ini: