Fraksi Golkar Minta Bupati Serius Benahi Jalan Rusak di Dapil 6 dan Tepati Janji Ngantor di Indramayu Barat

Hj Idah Nuryani SE mewakili Fraksi Golkar DPRD Indramayu membacaka laporan hasis reses masa sidang II tahun 2026. (foto/mandanews/red)
Indramayu, MandaNews - Kondisi jalan rusak di wilayah perbatasan Kabupaten Indramayu, realisasi janji Bupati terkait Indramayu Barat, hingga berbagai persoalan pelayanan publik menjadi aspirasi yang disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Indramayu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 dalam laporan hasil reses Masa Persidangan II Tahun 2026.
Aspirasi tersebut disampaikan oleh anggota Fraksi Partai Golkar dari Dapil 6, Eka Trilinda Ningrum dan Wardah.
Menurut mereka, masyarakat di wilayah perbatasan berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur dan pemerataan pelayanan.
Dalam laporannya, Fraksi Partai Golkar menilai Dapil 6 yang meliputi Kecamatan Haurgeulis, Gantar, Anjatan, Patrol, dan Sukra merupakan wilayah perbatasan yang menjadi wajah Kabupaten Indramayu di mata daerah lain. Namun, kondisi infrastruktur jalan dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.
"Kita tahu bahwa Dapil 6 ini adalah dapil perbatasan dengan kabupaten lain. Merupakan etalase tetangga melihat kita warga Indramayu seperti apa? Sayangnya kita semua kurang perhatian, cenderung abai terhadap kondisi jalan di desa penghubung Dapil 6. Masih banyak jalan yang rusak parah dan rusak sedang, kondisinya sangat memprihatinkan. Inilah sebabnya masyarakat di sana merasa dianaktirikan. Mohon perhatian yang serius dari Bupati," ujar Hj Idah Nuryani SE saat paripurna saat membacakan hasil reses, Senin (20/07/2026).
Selain persoalan infrastruktur, Fraksi Partai Golkar juga mengingatkan sejumlah janji Bupati yang disampaikan saat masa kampanye, termasuk pembangunan Tugu Nol Kilometer, berkantor di kecamatan-kecamatan wilayah Indramayu Barat, serta komitmen mengurus administrasi pemekaran ke pemerintah pusat.
"Selanjutnya kami juga ingin menyampaikan pesan tentang janji Saudara Bupati apabila terpilih, yakni akan membangun Tugu Nol Kilometer, ngantor di kecamatan-kecamatan Indramayu Barat dan serius mengurus administrasi pemekaran ke pusat," kata dia.
"Kalau Tugu Nol Kilometer bisa dibangun kenapa ngantor di kecamatan Indramayu Barat masih juga belum dilakukan. Padahal kami berharap Bapak menaruh keseriusan mewujudkan ini," imbuhnya.
"Mulai dari Kecamatan Terisi, Gabus Wetan, Kroya, Kandanghaur, Bongas, Anjatan, Patrol, Sukra, Gantar sampai Haurgeulis belum sekali pun Bapak ngantor. Jadi sekali lagi kami bertanya, kapan Pak? Kapan Bapak serius menunaikan janji-janji," tagihnya.
Di akhir penyampaiannya, Fraksi Partai Golkar mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
"Mari pertebal iman kerakyatan kita untuk tidak sekali-kali tergoda dengan manisnya tipu daya rayuan dunia. Berdiri dan bekerja untuk rakyat sangat mulia, jangan kebanyakan 86, jangan kebanyakan deal-deal sesat dan menyesatkan," jelasnya.
"Sebab inilah yang membuat mandeg agenda kerakyatan kita seperti mandegnya Pansus PDAM, persetujuan rencana utang, pembiaran sampah yang menumpuk di seluruh Indramayu, birokrasi yang awut-awutan. Kita mesti bergegas, beberes Indramayu, kalau bukan kita siapa lagi yang mau membangun," sambungnya.
Fraksi Partai Golkar berharap seluruh masukan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta tata kelola pemerintahan di Kabupaten Indramayu. (Win/Dwi)
Bagikan artikel ini: