Logo

Dugaan Black Transfer Rp2 Miliar, Anggota Komisi III Dukung Penuh Pembentukan Pansus PDAM Indramayu

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Dugaan Black Transfer Rp2 Miliar, Anggota Komisi III Dukung Penuh Pembentukan Pansus PDAM Indramayu

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Noviah. (foto/mandanews/kolase.istimewa)

Indramayu, MandaNews - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Noviah, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Panitia Khusus (Pansus) PDAM Indramayu.

Sikap tegas tersebut ia sampaikan menyusul mencuatnya dugaan black transfer sebesar Rp2 miliar yang diduga dilakukan oleh Perumdam Tirta Darma Ayu.

Anggi menegaskan bahwa pembentukan pansus menjadi langkah krusial untuk membuka tabir dugaan penyimpangan yang sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Saya Anggi Noviah, saya anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, hari ini saya sangat mendukung penuh untuk pembentukan pansus DPRD Indramayu mengenai dugaan black transfer yang dilakukan oleh Direktur PDAM," ujar Anggi Noviah, Senin (01/12/2025).

Ia menilai, desakan publik dalam aksi demonstrasi belum lama ini merupakan bentuk dari kegelisahan masyarakat yang ingin persoalan Rp2 miliar tersebut dituntaskan secara transparan.

Sebagai wakil rakyat, Anggi menegaskan keberpihakannya kepada masyarakat dengan mendukung langkah tersebut tanpa ragu.

"Saya akan mendukung tuntutan massa aksi yang kemarin menuntut DPRD untuk pembentukan pansus," kata dia.

Anggi juga menegaskan kembali komitmennya dalam memperjuangkan pembentukan pansus sebagai bagian dari tugas moralnya sebagai anggota legislatif.

"Saya sangat mendukung 100% karena saya yakin betul saya adalah seorang wakil rakyat. Saya bukan budak koruptor," imbuhnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengusutan dugaan black transfer tidak boleh berhenti di tengah jalan.

"Tuntut sampai tuntas dan kawal terus kasus black transfer yang diduga dilakukan oleh Direktur PDAM," tandasnya.

Sebelumnya, massa aksi dari Aliansi Topi Jerami (ATJ) menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Indramayu.

Mereka mendesak para wakil rakyat segera membentuk Pansus PDAM agar persoalan transfer Rp2 miliar itu dapat dibuka secara terang benderang, sekaligus memastikan tidak ada penyimpangan yang ditutupi. (Win/red)