Dukung Program Ketahanan Pangan, PLN NP UP Indramayu Luncurkan Program Sedulur Tani

Indramayu, MandaNews - Implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (NP UP) Indramayu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.
Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 3 x 330 MW tersebut mengusung program inovasi pertanian melalui Sedulur Tani, yang dinilai turut mendorong peningkatan ketahanan pangan di wilayah pesisir pantura, khususnya di Indramayu wilayah barat (Inbar).
Bentuk perhatian tersebut ditunjukkan Wakil Bupati (Wabup) Indramayu, H. Syaefudin, ketika melakukan kunjungan di area PLTU Indramayu.

Ia disambut langsung oleh Senior Manager (SM) PLN NP UP Indramayu, Fu’ad Arifin, bersama jajaran manajemen perusahaan, bertempat di Gedung Admin PLN NP UP Indramayu, Rabu, 6 Agustus 2025.
“Kunjungan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi program TJSL PLTU Indramayu,” kata Wabup yang akrab disapa Kang Udin.
Menurutnya, keberadaan PLTU Indramayu turut berkontribusi pada pembangunan Kabupaten Indramayu. Karena itu, pihaknya terus membangun komitmen dengan perusahaan yang ada di Indramayu terkait program TJSL, sekaligus menyelaraskan program pembangunan pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian.
Dengan begitu, pihak perusahaan dapat berkolaborasi dengan Pemkab Indramayu untuk mendongkrak program ketahanan pangan.

“Kami mengajak manajemen UP Indramayu untuk berkolaborasi mendukung program Ketahanan Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat,” ujarnya.
SM PLN NP UP Indramayu, Fu’ad Arifin, didampingi Manager Administrasi dan Keuangan, Agus Kurniawan, mengatakan kunjungan Wabup Indramayu merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan perusahaan.
Sehingga dengan begitu, pihaknya dapat menyelaraskan program-program TJSL dengan program pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Wabup Indramayu, sehingga kami merasa diperhatikan. Dengan begitu akan mempermudah berkolaborasi guna menyelaraskan program TJSL dengan Pemkab Indramayu,” terangnya.

Fu’ad juga mengatakan, bentuk kontribusi PLTU Indramayu terhadap salah satu program prioritas pemerintah, yaitu ketahanan pangan, diimplementasikan melalui program Sedulur Tani, yakni Strategi Tani Adaptif berbasis Ilmu dan Data Iklim.
Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan seputar produktivitas pertanian di tengah kondisi fenomena perubahan iklim, serta ikut berkontribusi terhadap kelestarian ekosistem lahan pertanian.
“Melalui program Sedulur Tani diharapkan akan menjawab tantangan produktivitas pertanian,” ungkapnya.
Fu’ad menegaskan, gambaran sebelumnya ketika petani bercocok tanam dengan mengandalkan insting dan ilmu titen, saat ini sudah dapat bertransformasi dengan mengkolaborasikan ilmu pranata mangsa serta bank data pertanian sebagai modal dalam menentukan strategi tanam yang lebih efisien.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, PLTU Indramayu telah memfasilitasi forum tani dalam rangkaian kegiatan pelatihan Warung Ilmiah Lapangan bersama kelompok PPTPI Indramayu dan Indramayu Barat (Inbar), berikut dengan berbagai fasilitas penunjang pertanian.
“Kami memfasilitasi omplong, yaitu ombrometer sederhana untuk mengukur curah hujan, serta light trap solar cell sebagai media deteksi hama (serangga) untuk merangkai metode adaptasi dan mitigasi pertanian. Ini ditujukan untuk memaksimalkan hasil pertanian dan efisiensi modal pertanian demi kesejahteraan petani dan kelompok tani,” pungkasnya. (Dwi/Riyan)
Bagikan artikel ini: