Logo

Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Desak Tunda Penggusuran Pasar Wanguk

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Desak Tunda Penggusuran Pasar Wanguk

Indramayu, MandaNews - Kabupaten Indramayu telah berusia 498 tahun, hanya dua tahun lagi menuju lima abad peradaban.

Namun di balik usia yang matang itu, harapan masyarakat untuk menikmati kehidupan yang lebih baik justru tengah diuji oleh kenyataan pahit kondisi ekonomi yang kian menekan, dari pusat hingga pelosok desa.

“Ini momentum seharusnya jadi refleksi. Di tengah situasi ekonomi yang sulit, jangan ada kebijakan yang justru menyakiti rakyat,” ujar Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menanggapi keresahan masyarakat Indramayu, Kamis (9/10/2025).

Rasa gelisah warga mencuat setelah beredar kabar rencana penggusuran Pasar Wanguk di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, yang dijadwalkan berlangsung besok, 10 Oktober 2025.

Rencana itu dinilai terburu-buru dan tidak mempertimbangkan nasib para pedagang kecil yang sudah lama menggantungkan hidup di pasar tradisional tersebut.

“Saya meminta dengan tegas agar penggusuran itu ditunda dulu. Jangan paksakan kebijakan di saat rakyat sedang berjuang bertahan hidup,” kata Ono.

Politisi yang dikenal vokal terhadap isu kerakyatan itu menegaskan, DPRD Jabar telah memberikan rekomendasi resmi agar aktivitas di Pasar Wanguk tetap berjalan hingga tahun 2030, sesuai Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur kontrak para pedagang.

“Secara hukum, pedagang masih punya hak sampai 2030. Jadi tidak ada alasan untuk melakukan penggusuran lebih awal,” tegasnya.

Ono juga mempertanyakan urgensi pembangunan pasar baru yang justru berpotensi menambah beban pedagang.

Menurutnya, rencana penjualan kios baru dengan harga mencapai Rp150 juta per unit adalah kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Apa artinya membangun pasar baru kalau rakyatnya justru terjepit utang? Ini bukan solusi, tapi masalah baru,” ujarnya.

Lebih jauh, Ono menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Desa Kedungwungu menahan diri serta meninjau ulang seluruh kebijakan yang bersinggungan langsung dengan ekonomi rakyat.

Ia menilai, di tengah situasi sulit seperti sekarang, pemerintah seharusnya hadir dengan kebijakan yang menguatkan, bukan melemahkan.

“Rakyat sedang susah. Jangan ditambah susah. Buatlah mereka bahagia dengan memberi waktu, ruang, dan kesempatan untuk tetap bertahan,” tegas Ono. (Win/red)