Logo

Orang Tua Asep Korban Penemuan Mayat di Rancajawat Mengadu ke DPRD Indramayu, Kematian Anaknya Dinilai Janggal

Redaktur - mandaNews
Orang Tua Asep Korban Penemuan Mayat di Rancajawat Mengadu ke DPRD Indramayu, Kematian Anaknya Dinilai Janggal

Asidi, ayah almarhum Asep datangi Komisi I DPRD Indramayu. (foto/mandanews/win)

Indramayu, MandaNews - Harapan seorang ayah untuk mendapatkan kejelasan atas kematian anaknya akhirnya dibawa ke meja wakil rakyat.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu, Sadar, menerima langsung pengaduan warga Desa Jambe Kecamatan Kertasemaya, Asidi, terkait kasus penemuan jenazah anaknya yang hingga kini belum terungkap.

Kasus tersebut berkaitan dengan penemuan jenazah Asep, putra Asidi, yang ditemukan di wilayah Desa Rancajawat, Pintu Air, pada 23 Desember 2025.

Hingga lebih dari 2 bulan berlalu, keluarga korban mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian.

Sadar menjelaskan, kedatangan Asidi merupakan bentuk upaya mencari keadilan dan kepastian hukum atas peristiwa yang menimpa anaknya.

“Hari ini saya kedatangan Pak Asyidi dari Desa Jambe yang mengadukan terkait anaknya yang menjadi korban penemuan jenazah di Desa Ransajawat, Pintu Air, yang terjadi pada 23 Desember 2025. Sampai hari ini kasusnya belum juga terungkap,” ujar Sadar kepada wartawan, Rabu (18/02/2026).

Sadar menegaskan, laporan tersebut akan menjadi bahan pembahasan di Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu untuk kemudian diteruskan kepada pihak terkait, khususnya aparat penegak hukum.

Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk menjembatani aspirasi masyarakat, terutama dalam kasus yang menyangkut kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Insya Allah ini menjadi bahan kami di Komisi I untuk disampaikan kepada pihak terkait, dalam hal ini kepolisian, khususnya di wilayah Kecamatan Tukdana, terkait kasus penemuan jenazah atas nama Asep, putra Bapak Asidi,” katanya.

Ia berharap, tindak lanjut dari laporan tersebut dapat membuka fakta sebenarnya mengenai peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban.

Lebih lanjut, Sadar menyampaikan apresiasi kepada Asyidi yang telah mempercayakan pengaduannya kepada DPRD.

Ia menegaskan pihaknya akan mendorong instansi terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami berharap ada titik temu, apakah benar korban tenggelam atau ada insiden lain atau dugaan lain terkait meninggalnya anak Bapak Asidi ini,” ucapnya.

Sementara itu, keluarga korban berharap adanya perhatian dari pihak berwenang agar proses penyelidikan dapat berjalan maksimal dan memberikan kepastian hukum.

Kasus ini diharapkan segera mendapat kejelasan dari pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, sehingga keluarga korban memperoleh kepastian atas peristiwa yang menimpa putra mereka serta mengakhiri penantian panjang yang penuh tanda tanya. (Win/Dwi)