KKN Unpad dan Warga Sukaurip Gelar Aksi CERIA, Cegah Sampah di Irigasi dengan Ecoenzym

Foto bersama sebelum kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sukaurip. (foto/mandanews/red)
Indramayu, MandaNews - Kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 14 Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama masyarakat Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Melalui kegiatan bertajuk CERIA (Cegah Sampah di Irigasi dengan Ecoenzym), mereka turun langsung membersihkan saluran irigasi dan lingkungan permukiman, Sabtu (7/2/2026).
Sejak pagi, puluhan mahasiswa KKN bersama warga menyusuri saluran sekunder sungai desa.
Sampah plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga yang menghambat aliran air diangkat satu per satu.
Tak hanya di irigasi, aksi bersih-bersih juga menyasar lingkungan sekitar permukiman warga yang selama ini kerap menjadi titik penumpukan sampah.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tetapi juga edukasi lingkungan melalui penggunaan ecoenzym, cairan ramah lingkungan hasil fermentasi limbah organik yang bermanfaat untuk mengurangi bau, mempercepat penguraian, serta menjaga kualitas air.
Kuwu Desa Sukaurip, Casmuri, mengapresiasi penuh langkah mahasiswa KKN yang dinilainya membawa dampak positif bagi desa.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan KKN ini. Bukan hanya bersih-bersih, tapi juga memberi edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah,” ujar Casmuri.
Ia berharap, semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan tersebut bisa terus berlanjut meski masa KKN telah berakhir.
Menurutnya, kebersihan irigasi sangat berpengaruh terhadap kelancaran pertanian dan kesehatan lingkungan warga.
Sementara itu, Koordinator Desa Kelompok KKN 14 Unpad, Zicho, menjelaskan bahwa CERIA merupakan program unggulan yang dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami ingin meninggalkan jejak yang bermanfaat. Melalui CERIA, kami bersama warga berupaya mencegah sampah masuk ke irigasi sekaligus mengenalkan ecoenzym sebagai solusi ramah lingkungan,” tuturnya.
Anggota kelompok KKN, Hasna didampingi Kevan menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
“Kalau lingkungan bersih, manfaatnya kembali ke masyarakat sendiri, mulai dari kesehatan hingga kelancaran aktivitas pertanian,” imbuhnya.
Aksi CERIA mendapat dukungan penuh dari Forkopimcam Balongan. Kegiatan ini turut dibantu kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Juru BBWS Cimancis SS, Babinsa, serta partisipasi aktif masyarakat Desa Sukaurip.
Tak ketinggalan, Komunitas Jurnalis Balongan (KJB) juga memberikan dukungan sebagai mitra publikasi dan penggerak kesadaran lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas elemen ini, Desa Sukaurip tidak hanya tampil lebih bersih, tetapi juga menunjukkan bahwa sinergi mahasiswa dan masyarakat mampu melahirkan gerakan kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. (Win/Dwi)
Bagikan artikel ini: