Viral Jalan SP Gadingan-Segeran Retak Usai Dibangun, LBH Ghazanfar Minta Proyek Rp1,91 Miliar Diaudit

Kolase kondisi jalan retak dan pemenang tender. (foto/mandanews/red)
Indramayu, MandaNews - Proyek rekonstruksi Jalan SP Gadingan-Segeran di Kabupaten Indramayu yang baru selesai dibangun menjadi sorotan publik setelah muncul retakan pada badan jalan.
Kondisi tersebut viral di media sosial dan memunculkan beragam pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan konstruksi yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Perbincangan bermula dari unggahan akun Facebook Karyanto yang memperlihatkan kondisi jalan beton yang telah mengalami retak meski proyek belum lama rampung. Unggahan itu kemudian menuai ratusan tanggapan dari masyarakat.
Salah satu komentar datang dari akun Haryono Suyono yang mempertanyakan pemasangan besi dowel pada konstruksi jalan beton.
"Besi doel terlalu jauh jarake, seharusnya tiap 5 meter sekali besi doel dipasang, barang kuen bisa 10-15 meteran. Ini jelas mengurangi belanja material besi. Jadi sarat korupsi kontraktore," tulisnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih berupa pendapat masyarakat dan memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.
Secara teknis, retak pada jalan beton memang dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penyusutan beton saat proses pengerasan, mutu material, metode pelaksanaan pekerjaan, kondisi tanah dasar, hingga proses perawatan (curing).
Karena itu, penyebab pasti retakan hanya dapat dipastikan melalui evaluasi dan pengujian teknis.
Sorotan terhadap proyek tersebut juga datang dari Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi.
Ia menilai kondisi jalan yang sudah retak meski baru selesai dikerjakan merupakan persoalan serius karena proyek tersebut menggunakan uang negara.
"Jalan ini dibangun pakai uang rakyat sebesar Rp1,91 miliar yang diambil dari kas daerah. Masuk akal mana, logika mana yang bisa diterima kalau jalan baru selesai dikerjakan saja sudah retak," ujar Pahmi Alamsah, Rabu (1/7/2026).
Menurut dia, pemerintah daerah bersama instansi teknis perlu segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun masyarakat sebagai pengguna jalan.
Pahmi juga meminta seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab kerusakan tersebut, termasuk apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.
"LBH Ghazanfar menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga kejelasan mutlak tercapai. Rakyat berhak mengetahui ke mana larinya anggaran yang telah dikeluarkan dan mengapa hasil pembangunannya jauh dari harapan," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai penyebab munculnya retakan pada ruas Jalan SP Gadingan-Segeran. (Red/***)
Bagikan artikel ini: