TMMD ke-126 Indramayu Selaras dengan Program Asta Cita, Wujudkan Pembangunan dari Desa

Indramayu, MandaNews - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 yang digelar Kodim 0616/Indramayu menyoroti pentingnya percepatan pembangunan pedesaan dan pemberdayaan masyarakat sebagai pondasi pemerataan ekonomi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025 ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kapasitas warga.
TMMD kali ini mencakup pembangunan jalan rabat beton sepanjang 550 meter, Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 300 meter, pengaspalan jalan hotmix sepanjang 464 meter, serta drainase sepanjang 591 meter.
Selain itu, dibangun pula satu unit poskamling, sepuluh titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Dandim 0616/Indramayu, Letkol Inf Yanuar Setyaga, menyampaikan TMMD menjadi sarana TNI untuk ikut mendorong percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah yang masih memiliki kesenjangan infrastruktur.
“Program ini kami arahkan agar masyarakat desa bisa menikmati akses ekonomi dan sosial yang lebih baik, tidak hanya bergantung pada pusat,” ujarnya, usai upacara pembukaan TMMD, di lapangan Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, Rabu (8/10/2025).
Menurut Yanuar, pelaksanaan TMMD kali ini sejalan dengan visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam program Asta Cita, yang menempatkan pembangunan dari desa sebagai strategi utama pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Melalui TMMD, kami ingin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, membangun semangat gotong royong, serta menciptakan masyarakat desa yang mandiri dan produktif,” katanya.
Selain pekerjaan fisik, TMMD juga diisi berbagai kegiatan nonfisik yang melibatkan sejumlah instansi di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut meliputi pelatihan tata boga, perbengkelan, budidaya ikan rumah tangga, sosialisasi kesehatan, sanitasi, stunting, kebencanaan, penyaluran bantuan bibit tanaman pangan, ayam petelur, dan pelayanan administrasi kependudukan serta perizinan usaha.
Yanuar menerangkan, kegiatan lintas sektor tersebut diarahkan agar pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat desa mampu membangun dirinya sendiri dengan semangat gotong royong dan kemandirian,” terangnya.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan TMMD ke-126 juga disebut sejalan dengan program pembangunan daerah REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Damai, Gotong Royong) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
"Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan," ungkapnya.
Yanuar menambahkan, program TMMD menjadi model kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi desa.
"Dengan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi menjadi langkah konkret membangun desa dari bawah," pungkasnya. (Riyan/Win)
Bagikan artikel ini: