Pedagang Pasar Jatibarang Resah, Tumpukan Sampah Menyengat Ganggu Aktivitas dan Turunkan Minat Pembeli

Indramayu, MandaNews - Polemik penanganan sampah di Pasar Daerah Jatibarang, yang dikenal sebagai barometer ekonomi di Kabupaten Indramayu, semakin memanas.
Hingga kini, belum ada solusi nyata dari pihak terkait untuk mengatasi tumpukan sampah yang semakin menggunung dan menimbulkan bau menyengat di kawasan Blok B dan Blok C pasar tersebut.
Sejumlah pedagang mengaku resah karena kondisi itu berdampak langsung pada menurunnya kenyamanan pengunjung dan potensi penurunan omset penjualan.
“Bau sampah sangat menyengat, pengunjung jadi enggan datang ke kios kami. Jalan pun makin sempit dan licin karena tumpukan sampah, bahkan beberapa kali pengunjung terpeleset,” keluh Tarsono, salah satu pedagang Pasar Jatibarang, Sabtu, (18/10/2025).
Menurutnya, kondisi ini seharusnya tidak terjadi karena pemerintah sebenarnya telah menyediakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di lokasi yang semestinya, bukan di depan kios pedagang.
Namun entah mengapa, TPSS resmi justru dibiarkan terbengkalai dan kini berubah menjadi area lapak-lapak liar.
“Kami bingung, TPSS resmi sudah ada, tapi kenapa malah yang dipakai jalan utama depan kios? Kami para pedagang merasa dirugikan,” ujarnya.
Padahal, lanjut Tarsono, para pedagang di Blok B dan Blok C selama ini selalu memenuhi kewajiban membayar retribusi dan mematuhi aturan pemerintah. Bahkan, pungutan tambahan di luar Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun kerap dibayar tanpa protes.
“Kami taat aturan, patuh bayar retribusi, tapi kenyamanan kami diabaikan. Kami hanya menuntut sportivitas dan hak berjualan dengan nyaman,” tegasnya.
Para pedagang pun berencana mengajukan audiensi dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk menyampaikan langsung keluhan sekaligus meminta perhatian serius terhadap persoalan ini.
“Kami akan agendakan audiensi dengan Pak Bupati agar masalah ini segera ditangani. Kami minta akses jalan utama tidak dijadikan TPSS. Itu tuntutan kami,” pungkas Tarsono.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun dinas terkait mengenai rencana penanganan persoalan sampah di Pasar Daerah Jatibarang tersebut. (Win/Dwi)
Bagikan artikel ini: