Makom Albab Indramayu Resmi Dilantik, Gercep Pendataan Alumni dan Sampaikan Rekomendasi ke Forkopimda

Proses acara pelantikan Makom Albab Indramayu. (foto/mandanews/win)
Indramayu, MandaNews - Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) Kabupaten Indramayu mulai bergerak setelah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dan dilantik.
Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah pendataan alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon.
Ketua Makom Albab Indramayu, Imron Rosadi, mengatakan pendataan ini penting untuk memperkuat jaringan alumni sekaligus menjaga kesinambungan hubungan dengan para kiai di pesantren.
“Pendataan ini dilakukan agar silaturahmi tetap terjalin dan kita bisa terus menyambung sanad kepada para kiai di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin,” ujar Imron, Selasa (31/03/2026).
Ia meyakini alumni pesantren tersebut tersebar luas di wilayah Indramayu. Menurutnya, hampir setiap desa memiliki alumni Pondok Babakan.
“Insya Allah di setiap desa di Indramayu ada alumni pondok. Ini menjadi potensi besar untuk memperkuat kebersamaan,” katanya.
Selain pendataan, Makom Albab juga menyiapkan agenda strategis lain dalam waktu dekat. Organisasi ini berencana menyampaikan tiga rekomendasi hasil musyawarah cabang (muscab) kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indramayu.
Imron menuturkan, rekomendasi tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang perlu segera disampaikan kepada para pemangku kebijakan.
“Ini akan segera kami sampaikan agar bisa menjadi dasar pertimbangan kebijakan, karena ini bagian dari aspirasi masyarakat untuk Indramayu yang lebih baik,” ujarnya.
Tak hanya itu, Makom Albab juga akan menggelar rapat kerja sebagai langkah awal konsolidasi organisasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar pengurus cabang yang telah terbentuk.
Menurut Imron, latar belakang pengurus yang beragam menjadi tantangan sekaligus kekuatan tersendiri.
“Kita ini berbeda tingkatan, berbeda pondok di Babakan, dan juga berbeda domisili. Ada yang sudah akrab, ada juga yang belum,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya berencana membentuk forum khusus guna mempererat keakraban dan memperkuat silaturahmi antar anggota.
“Nanti akan kita buat forum agar keakraban bisa lebih merata dan silaturahmi semakin kuat,” kata Imron.
Tiga poin rekomendasi penting yang akan ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Imron mengungkapkan, persoalan pertama yang menjadi sorotan adalah kondisi darurat sampah di Indramayu.
Padahal, sebelumnya daerah ini dikenal berprestasi dengan meraih penghargaan Adipura hingga 10 kali.
“Sekarang justru Indramayu menghadapi darurat sampah. Permasalahannya hampir terjadi di seluruh desa dan penanganannya masih terbilang lamban,” ujar Imron.
Poin kedua yang disoroti adalah maraknya peredaran obat terlarang. Menurut Imron, penyebaran tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tetapi sudah merambah hingga ke desa-desa.
Ia mendorong pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam meminimalisasi hingga memberantas peredaran obat terlarang tersebut.
“Ini sudah sangat mengkhawatirkan karena menyasar berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Makom Albab juga menyoroti persoalan minuman keras (miras) yang dinilai semakin meresahkan.
Imron menyebut, fenomena pesta miras secara berkelompok mulai terjadi di sejumlah titik.
Padahal, menurut dia, budaya tersebut bukan merupakan tradisi masyarakat Indramayu.
“Dengan adanya perda miras, kami berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti secara tegas agar tidak semakin meluas,” ujarnya. (Win/Dwi)
Bagikan artikel ini: