Logo

Kuasa Hukum Ono Surono Bantah Pernyataan KPK soal CCTV dan Dugaan Intimidasi saat Penggeledahan

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Kuasa Hukum Ono Surono Bantah Pernyataan KPK soal CCTV dan Dugaan Intimidasi saat Penggeledahan

Kuasa Hukum Ono Surono, Sahali, SH. (foto/mandanews/red)

Indramayu, MandaNews - Kuasa hukum Ono Surono, Sahali, membantah pernyataan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait polemik CCTV dalam proses penggeledahan yang dilakukan penyidik.

Ia menilai penjelasan KPK tidak logis dan menyisakan sejumlah kejanggalan.

Sahali mengatakan, pihaknya mempertanyakan alasan keluarga mematikan CCTV saat proses penggeledahan berlangsung.

“Apa kepentingan keluarga untuk mematikan CCTV? Justru dalam situasi seperti itu, CCTV seharusnya tetap menyala sebagai bentuk transparansi,” ujar Sahali dalam keterangannya, Kamis (02/04/2026).

Ia menegaskan, berdasarkan kesaksian yang dihimpun, penyidiklah yang meminta agar CCTV dimatikan.

Setelah itu, lanjut dia, diduga terjadi tindakan intimidasi terhadap istri Ono Surono, bahkan sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara penyidik dan penasihat hukum yang berupaya melindungi kliennya.

Tak hanya itu, Sahali juga menyoroti penyitaan uang dalam penggeledahan tersebut.

Ia menyebut penyidik tetap menyita uang Rp50 juta milik keluarga serta Rp200 juta yang diklaim merupakan dana arisan milik sejumlah orang, meski telah diperlihatkan bukti percakapan grup WhatsApp terkait arisan tersebut.

Menurut Sahali, tindakan penyidik tersebut dinilai tidak mempertimbangkan fakta yang ada.

Ia bahkan menduga penggeledahan itu merupakan bagian dari upaya framing terhadap Ono Surono dengan menyita barang-barang yang disebut tidak berkaitan dengan perkara.

Sebelumnya, juru bicara KPK menyatakan bahwa penyidik tidak mencabut atau mematikan CCTV saat penggeledahan.

KPK menyebut CCTV dimatikan oleh pihak keluarga, dan penyidik hanya melakukan pengecekan tanpa menyita perangkat tersebut. (Win/Dwi)

Kuasa Hukum Ono Surono Bantah Pernyataan KPK soal CCTV dan Dugaan Intimidasi saat Penggeledahan - Manda News - Manda News