Logo

Fakta di Balik Demo KOMPI, Massa Kecewa Tak Ditemui Lucky Hakim, Kordum Minta Maaf atas Kerusakan

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Fakta di Balik Demo KOMPI, Massa Kecewa Tak Ditemui Lucky Hakim, Kordum Minta Maaf atas Kerusakan

Tangkapan layar vidio facebook akun Hatta Bintang. (foto/mandanews/ist/red)

Indramayu, MandaNews - Koordinator Umum (Kordum) massa aksi Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), Hatta, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kerusakan fasilitas umum yang terjadi dalam aksi unjuk rasa di Alun-alun Indramayu, Kamis (2/4/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap proyek revitalisasi tambak di wilayah pesisir Indramayu.

Dalam pernyataannya, Hatta mengakui bahwa aksi yang semula berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas publik, khususnya di kawasan Alun-alun Indramayu.

Ia menegaskan, sebagai koordinator lapangan, dirinya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

“Saya atas nama kordum aksi hari ini meminta maaf sebesar-besarnya atas kerusakan fasilitas umum yang terjadi,” ujar Hatta pada postingan vidionya di akun facebook Hatta Bintang.

Menurut Hatta, kericuhan dipicu oleh kekecewaan massa yang merasa tidak mendapat respons dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Ia menyebut, upaya untuk bertemu dengan kepala daerah telah dilakukan beberapa kali, namun tidak membuahkan hasil hingga puncaknya pada hari aksi.

“Massa kecewa karena tidak ditemui. Bahkan disampaikan bahwa bupati berada di Subang,” katanya.

Namun demikian, Hatta mengklaim bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Bupati Indramayu saat itu berada di dalam pendopo dan tengah menerima perwakilan kelompok lain.

Hal ini, lanjut dia, semakin memicu emosi massa di lapangan. Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa tindakan perusakan tidak dapat dibenarkan dan menjadi tanggung jawabnya sebagai koordinator aksi.

Selain menyampaikan permohonan maaf, Hatta juga menegaskan tuntutan utama massa KOMPI.

Ia meminta Bupati Indramayu untuk mencabut penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perikanan terkait proyek revitalisasi tambak.

Massa juga mendesak agar program revitalisasi tersebut dibatalkan karena dinilai merugikan para petambak lokal.

“Jika saya dituntut atas kejadian ini, saya siap. Namun kami juga menuntut Bupati Indramayu, Saudara Lucky Hakim, untuk mencabut MoU dengan Kementerian Perikanan dan membatalkan revitalisasi tambak di Indramayu,” ucap Hatta. (Win/Dwi)