Logo

Kasus Viral Dokter vs Kuwu di Anjatan Berakhir Damai Lewat "Restorative Justice"

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Kasus Viral Dokter vs Kuwu di Anjatan Berakhir Damai Lewat "Restorative Justice"

Kuwu Tarli (kiri) saat ditemui di Mapolres Indramayu. (foto/mandanews/istimewa)

Indramayu, MandaNews - Kasus viral dugaan pengeroyokan antara pihak Kuwu dan Dokter yang terjadi di Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu beberapa waktu yang lalu, berakhir damai, Jum'at (31/10/2025).

Kedua belah pihak sepakat menempuh penyelesaian melalui jalur Restorative Justice (RJ) yang difasilitasi Polres Indramayu.

Kesepakatan damai tersebut disampaikan langsung oleh korban, dr Baskar, usai bertemu dengan para pelaku serta Kuwu (Kepala Desa) Anjatan, Tarli, di Mapolres Indramayu, Jumat (31/10/2025) sore.

Kuwu Anjatan, Tarli, mengaku bersyukur atas kesepakatan damai yang dicapai kedua belah pihak.

Ia menilai penyelesaian melalui restorative justice merupakan langkah terbaik untuk menjaga keharmonisan dan ketenteraman warga di desanya.

“Alhamdulillah hasil mediasi dan silaturahmi berjalan baik. Kami semua menyadari ada kesalahpahaman, dan melalui pertemuan ini kami saling memaafkan," ungkap Tarli.

"Atas nama pemerintah desa dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi proses RJ ini,” sambung Tarli menambahkan.

Ia menegaskan, setelah proses mediasi dan pencabutan laporan, perkara tersebut resmi dinyatakan selesai.

“Pengaduannya sudah dicabut oleh Pak Dokter dan Ibu Dokter. Jadi perkara ini sudah selesai dan kami sepakat untuk berdamai,” jelasnya.

Uploaded image

Sementara itu, Dokter Baskar menjelaskan, keputusan untuk menempuh jalur restorative justice diambil setelah berdiskusi dengan istrinya dan mempertimbangkan berbagai hal, terutama aspek sosial.

Menurutnya, menjaga keharmonisan dan hubungan baik sebagai sesama warga desa lebih penting daripada memperpanjang persoalan hukum.

Uploaded image

“Setelah kami berembuk dengan istri, kami memutuskan menempuh langkah RJ," ungkap Dokter Baskar.

"Kami hidup bertetangga dan akan terus bersama di tengah masyarakat selamanya,” tutup Baskar. (Win/Riyan)