Jalan SP Gadingan-Segeran Viral Retak, Ternyata Proyek Rp1,9 Miliar Dimenangkan CV Generasi Muda Karya

Kolase jalan retak dan screenshot LPSE Kabupaten Indramayu. (foto/mandanews/red)
Indramayu, MandaNews - Proyek Rekonstruksi Jalan SP Gadingan–Segeran yang belakangan menjadi sorotan publik setelah kondisi jalan beton yang baru selesai dibangun terlihat mengalami retak, diketahui merupakan paket pekerjaan senilai hampir Rp2 miliar itu.
Berdasarkan informasi pada laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Indramayu, proyek tersebut merupakan paket pekerjaan konstruksi yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu.
Dalam data SPSE, paket Rekonstruksi Jalan SP Gadingan–Segeran memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.999.976.800 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp1.999.958.000.
Hasil evaluasi tender menetapkan CV Generasi Muda Karya sebagai pemenang. Perusahaan yang beralamat di Perum Bumi Dermayu Indah, Jalan Cempaka Blok N Nomor 13, Kelurahan Margadadi, Kabupaten Indramayu itu mengajukan harga penawaran Rp1.935.387.360,42.
Nilai tersebut juga menjadi harga terkoreksi, sementara harga hasil negosiasi tercatat sebesar Rp1.919.317.778,71.
Sebelumnya, ruas Jalan SP Gadingan–Segeran ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar unggahan yang memperlihatkan adanya retakan pada badan jalan beton yang baru selesai dikerjakan.
Unggahan akun Facebook Karyanto itu menuai beragam komentar dari warganet. Dalam unggahannya, Karyanto mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan karena jalan yang baru selesai dibangun sudah tampak mengalami retak.
Hingga kini, ruas Jalan SP Gadingan–Segeran masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah bersama pelaksana proyek melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Dalam kolom komentar unggahan yang viral tersebut, sejumlah warganet turut menyampaikan pendapatnya terkait dugaan penyebab retaknya jalan beton.
Salah satunya, akun media sosial Haryono Suyono yang menyoroti pemasangan besi dowel pada konstruksi jalan.
Ia menulis:
"Besi doel terlalu jauh jarake, seharusnya tiap 5 meter sekali besi doel dipasang, barang kuen bisa 10-15 meteran. Ini jelas mengurangi blanja matrial besi. Jdi sarat korupsi kontraktore," tulis Haryono Suyono dalam kolom komentar, Rabu (1/07/2026).
Pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi warganet yang disampaikan melalui media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Indramayu maupun pihak kontraktor terkait komentar tersebut maupun penyebab retaknya ruas Jalan SP Gadingan–Segeran yang viral di media sosial. (Red/***)
Bagikan artikel ini: