Logo

Dosen Polindra Raih Juara II Lomba TTG Kabupaten Indramayu 2026 Berkat Inovasi HYGRO-CARD

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Dosen Polindra Raih Juara II Lomba TTG Kabupaten Indramayu 2026 Berkat Inovasi HYGRO-CARD

Inovasi HYGRO-CARD Antar Dosen Polindra Raih Juara II Lomba TTG Kabupaten Indramayu 2026. (foto/mandanews/red)

Indramayu, MandaNews - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra). Dr. Indra Ruswadi, S.Kep., Ns., MPH., dosen Program Studi Diploma III Keperawatan Jurusan Kesehatan Polindra, berhasil meraih Juara II pada Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Atas prestasi tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim memberikan Surat Keputusan (SK) penghargaan sekaligus uang pembinaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan.

Dalam kompetisi tersebut, Dr. Indra Ruswadi mengusung inovasi HYGRO-CARD, sebuah kartu indikator kelembapan ruangan yang dikembangkan bersama dua mahasiswa semester akhir Program Studi Diploma III Keperawatan Polindra, yakni Bagus Muhammad Ainul Rifa'i dan Fitriani Asokawati.

Kepada awak media, Kamis (9/7/2026), Dr. Indra Ruswadi mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

"Alhamdulillah, kami dari Polindra berhasil meraih Juara II dalam Lomba Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui inovasi HYGRO-CARD," ujarnya.

Ia menjelaskan, HYGRO-CARD merupakan kartu indikator kelembapan ruangan yang bekerja tanpa menggunakan listrik. Kartu tersebut memberikan informasi kondisi kelembapan melalui perubahan warna sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah kondisi ruangan masih aman, perlu diwaspadai, atau sudah berisiko terhadap kesehatan.

"Tujuan utama inovasi ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas udara di dalam ruangan," katanya.

Menurut Indra, gagasan tersebut lahir dari masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak kelembapan ruangan bagi kesehatan.

"Ide ini muncul karena banyak orang belum menyadari bahwa ruangan yang terlalu lembap dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan maupun alergi. Saya ingin menghadirkan solusi yang sederhana, murah, dan dapat digunakan oleh siapa saja," jelasnya.

Ia menambahkan, HYGRO-CARD memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan alat sejenis.

"Keunggulannya tidak membutuhkan listrik, mudah digunakan, biayanya murah, dan hasilnya mudah dipahami hanya melalui perubahan warna. Jadi masyarakat tidak perlu membaca angka ataupun menggunakan alat elektronik," ungkapnya.

HYGRO-CARD, lanjut Indra, dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga, sekolah, posyandu, puskesmas hingga berbagai fasilitas umum lainnya.

"Harapan kami, alat ini dapat menjadi media edukasi kesehatan lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat," katanya.

Usai meraih Juara II, Indra berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.

"Saya berharap ada kerja sama dengan pemerintah, dunia pendidikan maupun sektor kesehatan agar HYGRO-CARD dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tidak hanya melalui pola hidup sehat, tetapi juga dengan memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal.

"Hal-hal sederhana seperti memastikan ruangan tidak terlalu lembap dapat membantu mencegah berbagai penyakit," tuturnya.

Di akhir keterangannya, Indra memberikan motivasi kepada rekan-rekan dosen dan mahasiswa agar terus berinovasi serta berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.

"Kami percaya bahwa inovasi tidak harus rumit atau mahal. Teknologi yang sederhana tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat adalah teknologi yang benar-benar bermanfaat. Semoga HYGRO-CARD menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan masyarakat."

"Saya juga mengajak rekan-rekan dosen dan mahasiswa agar jangan ragu untuk terus mengembangkan ilmu, bakat, dan inovasi serta mengikuti berbagai perlombaan sesuai bidang keahlian. Ke depan, kami akan terus mengembangkan HYGRO-CARD dan berupaya mengikuti kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional dengan harapan kembali meraih prestasi serta mengharumkan nama Polindra," pungkasnya. (Win/Dwi)