Jalan Mulus, Rumah Layak Huni, dan Desa Mandiri, Inilah Jejak TMMD ke-126 di Longok Sliyeg

Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima bantuan program rutilahu. (foto/mandanews/riyan)
Indramayu, MandaNews - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0616/Indramayu membawa perubahan nyata bagi warga Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Melalui kegiatan yang memadukan pembangunan fisik dan non-fisik, TMMD berupaya memperkuat kesejahteraan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat setempat.
Komandan Resor Militer (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, mengatakan TMMD kali ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi desanya secara mandiri.
“Program TMMD ini dilaksanakan dalam dua bentuk besar. Pertama, pembangunan fisik seperti jalan, saluran air, rumah tidak layak huni (rutilahu), pos kamling, hingga penerangan jalan umum (PJU)," ujar Hista usai penutupan TMMD ke-126 di Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Kamis (6/11/2025).
"Semua diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar warga,” imbuhnya.
Menurutnya, pembangunan fisik yang menonjol meliputi perbaikan jalan sepanjang 700 meter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni, pembuatan rambat beton, pembangunan saluran air, pemasangan PJU di sejumlah titik, serta pembuatan sumur bor untuk sumber air bersih di lingkungan madrasah.
Selain infrastruktur, lanjut Hista, TMMD juga menitikberatkan pada kegiatan non-fisik berupa penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
“Kegiatan non-fisik mencakup penyuluhan mitigasi bencana, sosialisasi pencegahan stunting, serta pembekalan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat," kata dia.
"Dengan infrastruktur yang memadai dan masyarakat yang teredukasi, kesejahteraan dapat tumbuh berkelanjutan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pembangunan desa tidak bisa berhenti pada aspek fisik semata. Sinergi dengan pemerintah daerah diperlukan agar hasil TMMD memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan dan mengombinasikan hasil pembangunan fisik maupun non-fisik ini agar manfaatnya semakin luas," harapnya.
"Kesejahteraan masyarakat adalah tolok ukur utama keberhasilan pembangunan manusia di Indramayu,” tutup Hista. (Win/Yan)
Bagikan artikel ini: