Logo

Doa dan Air Mata Iringi Kepergian Siti, TKW Asal Kalensari Indramayu yang Gugur di Hong Kong

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Doa dan Air Mata Iringi Kepergian Siti, TKW Asal Kalensari Indramayu yang Gugur di Hong Kong

Indramayu, MandaNews - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Siti Purwaningsih (37), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

Siti meninggal dunia secara tragis setelah tertabrak mobil di Hong Kong.

Kabar ini sontak mengguncang kampung halamannya. Harapan keluarga yang menanti kepulangan Siti pada Desember mendatang, berubah menjadi tangis kehilangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi ketika Siti berjalan kaki bersama majikannya di kawasan Hong Kong.

Tiba-tiba, sebuah mobil oleng dan menabrak beberapa orang di sekitar lokasi. Siti tewas di tempat dalam kondisi mengenaskan, sementara majikannya sempat dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya juga meninggal dunia.

Foto-foto kejadian yang tersebar di media sosial memperlihatkan tubuh Siti terhimpit antara mobil dan tiang listrik.

Pemandangan itu membuat banyak warga di kampung halamannya tak kuasa menahan air mata.

“Kalau kejadiannya kurang tahu jelas, tapi yang saya dengar Siti lagi jalan kaki sama majikannya. Tiba-tiba ada mobil oleng dan menabrak beberapa orang. Keluarga saya (Siti) langsung meninggal di tempat, sementara majikannya sempat dibawa ke rumah sakit tapi akhirnya meninggal juga,” tutur sepupu korban, Abdul Tolib (37), saat ditemui di Kantor Desa Kalensari, Kamis (9/10/2025).

Menurut Abdul, Siti bekerja di Hong Kong melalui PT Buana Safira Abadi dan hampir menyelesaikan masa kontrak tiga tahun.

“Sebulan lagi sebenarnya habis kontraknya. Rencananya bulan 12 itu pulang, tapi ternyata pulangnya begini,” ujarnya lirih.

Kini, keluarga masih menunggu proses administrasi pemulangan jenazah dari pihak berwenang di Hong Kong.

“Kata yang ngurus, pemulangannya sekitar satu bulan, paling cepat dua minggu. Keluarga berharap jenazah bisa cepat dipulangkan supaya segera dimakamkan,” tambahnya.

Siti meninggalkan tiga anak yang masing-masing berusia 16 tahun, 10 tahun, dan 3 tahun. Ketiganya kini berada dalam asuhan keluarga besar di Kalensari.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, rekan-rekan sesama Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong menggelar tabur bunga di lokasi kejadian.

Doa dan air mata mengiringi upacara sederhana itu simbol kasih sayang dan solidaritas sesama perantau yang berjuang jauh dari tanah air. (Win/Riyan)