4 Kecamatan Belum Terlayani Air Bersih, Perumdam Tirta Darma Ayu Siapkan Pembangunan IPA

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Nurpan, memberikan keterangan kepada media mengenai upaya perluasan jaringan layanan air bersih di empat kecamatan di Kabupaten Indramayu. (foto/mandanews/riyan)
Indramayu, MandaNews - Ribuan warga di empat kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hingga kini belum menikmati layanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu.
Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan sumber air baku serta belum tersedianya jaringan perpipaan di wilayah tersebut.
Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Nurpan, menyebutkan empat kecamatan yang belum terlayani air bersih tersebut adalah Cikedung, Terisi, Gantar, dan Kroya.
“Selama ini masyarakat di wilayah itu masih mengandalkan sumur bor dan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Kualitasnya cukup baik, namun saat musim kemarau sering menurun sehingga warga kesulitan air,” ujar Nurpan, Selasa (4/11/2025).
Ia menegaskan, perluasan jaringan layanan menjadi prioritas utama Perumdam Tirta Darma Ayu. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk melayani masyarakat di empat kecamatan tersebut.
Selain itu, lanjut Nurpan, Perumdam juga akan membangun IPA di Kecamatan Widasari untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kawasan Industri Losarang, Asrama Embarkasi Haji, rumah sakit, dan sejumlah lokasi lain yang masuk zona merah kekeringan.
“Setiap hari kami menyalurkan air bersih ke zona merah dengan mobil tangki agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Nurpan menambahkan, sekitar 85 persen sumber air baku Perumdam Tirta Darma Ayu berasal dari Sungai Cimanuk bagian hilir.
Kondisi ini menyebabkan air yang diolah memiliki tingkat kekeruhan tinggi, terutama karena membawa lumpur dan sampah dari hulu.
Sementara itu, Direktur Umum Perumdam Tirta Darma Ayu, Sunaryo, menjelaskan, kekeruhan air meningkat saat musim hujan sehingga proses koagulasi pada instalasi pengolahan tidak bisa bekerja optimal.
“Ke depan, kami akan membuat kantong lumpur agar sebelum masuk ke pengolahan, air sungai dapat diendapkan terlebih dahulu,” ujar Sunaryo.
Adapun jumlah pelanggan Perumdam Tirta Darma Ayu saat ini mencapai 157.536 pelanggan, mayoritas merupakan rumah tangga, sementara pelanggan industri masih di bawah satu persen dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Indramayu. (Win/Riyan)
Bagikan artikel ini: