Meresahkan! Aksi Geng Motor di Kedokanbunder Indramayu Terekam CCTV, Dua Pemuda Jadi Korban Pembacokan

Korban pembacokan melaporkan ke Mapolsek Kedokanbunder. (foto/mandanews/riyan)
Indramayu, MandaNews - Aksi brutal geng motor kembali menggegerkan Kabupaten Indramayu, Dua pemuda menjadi korban pembacokan saat melintas di jalan sepi wilayah Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokanbunder, Rabu (28/1/2026) dini hari.
Detik-detik penyerangan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat korban berteriak meminta pertolongan usai diserang sekelompok pemuda bersenjata tajam.
Teriakan itu memancing warga sekitar keluar rumah dan sempat mengejar para pelaku. Namun, rombongan geng motor tersebut berhasil melarikan diri.
Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan. Sementara satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai saat berusaha menghindari serangan.
Salah satu korban, Ahmad Faki, mengaku diserang secara tiba-tiba ketika hendak pulang usai mengisi bahan bakar.
Ia menyebut para pelaku datang berkonvoi menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam.
“Kejadiannya pas saya mau pulang, tiba-tiba ada yang ngikutin dari belakang bawa senjata tajam. Mereka konvoi naik motor. Saya luka di tangan, kepala, dan badan dibacok pakai celurit. Total yang luka ada dua orang,” ujar Ahmad Faki.
Perangkat Desa Kedokanbunder Wetan, Aswanto, mengatakan pihak desa menerima laporan sejak pagi hari dan langsung berkoordinasi dengan kepolisian.
“Korban sudah melapor ke pemerintah desa dan saat ini kasusnya sedang ditindaklanjuti. Korban juga sudah menjalani visum,” kata Aswanto.
Menurutnya, total ada tiga orang yang menjadi sasaran penyerangan. Dua korban mengalami luka bacok, sementara satu orang berhasil menyelamatkan diri.
“Satu korban luka di tangan dan kepala akibat dibacok senjata tajam, satu lagi luka-luka, dan satu orang selamat karena saat menghindari pembacokan dia terjun ke sungai,” ujarnya.
Aswanto menambahkan, peristiwa bermula saat para korban melintas di jalan yang kerap dijadikan lokasi nongkrong sekelompok pemuda.
“Korban habis mengisi bensin. Saat masuk gang, ada segerombolan anak muda. Ada sedikit pemicu, kemudian korban dikejar oleh rombongan pemuda yang nongkrong tadi,” jelasnya.
Hingga kini, pihak korban dan pemerintah desa berharap para pelaku segera ditangkap. Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari delapan orang.
Petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Kedokanbunder masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa keterangan korban dan saksi, serta mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. (Riyan/Win/Dwi)
Bagikan artikel ini: