Logo

Gotong Royong sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia

Editor: Tim Redaksi - mandaNews
Gotong Royong sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia

Oleh: Dede Farhan Aulawi

Opini, MandaNews - Gotong royong merupakan salah satu nilai luhur yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman nenek moyang.

Nilai ini menjadi bagian penting dari budaya dan jati diri bangsa karena mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam setiap aspek kehidupan, baik di pedesaan maupun perkotaan, semangat gotong royong menjadi landasan moral dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Secara historis, budaya gotong royong telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang hidup dalam ikatan komunal.

Dalam kehidupan tradisional, masyarakat saling membantu dalam berbagai kegiatan, seperti membangun rumah, membersihkan lingkungan, hingga menyelenggarakan acara adat.

Semangat tolong-menolong tersebut bukan sekadar tindakan sosial, melainkan wujud kesadaran bahwa kebersamaan lebih kuat daripada individualisme.

Hal ini sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, terutama sila ketiga, Persatuan Indonesia.

Dalam konteks modern, nilai gotong royong tidak hanya berlaku di bidang sosial, tetapi juga relevan dalam pembangunan nasional.

Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani berbagai permasalahan seperti kemiskinan, lingkungan, dan bencana alam, adalah contoh nyata penerapan gotong royong di era kini.

Semangat ini juga tampak dalam gerakan sukarelawan, aksi sosial, serta kolaborasi lintas sektor untuk kemajuan bangsa.

Dengan gotong royong, segala tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama dan hasilnya pun lebih optimal.

Namun, di tengah arus globalisasi dan individualisme modern, nilai gotong royong mulai mengalami tantangan.

Masyarakat cenderung sibuk dengan urusan pribadi dan kehilangan rasa kebersamaan.

Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menanamkan kembali nilai gotong royong melalui pendidikan karakter, kegiatan sosial, dan penggunaan teknologi secara positif untuk memperkuat solidaritas sosial.

Gotong royong bukan sekadar tradisi, tetapi identitas moral dan sosial bangsa Indonesia. Dengan menjaga dan mengamalkannya, bangsa ini akan tetap kokoh dalam menghadapi perubahan zaman.

Semangat kebersamaan, saling membantu, dan bekerja demi kepentingan bersama harus terus dijaga agar jati diri bangsa Indonesia tetap hidup dan relevan sepanjang masa.