Cuaca Tak Menentu, Pemkab Cirebon dan Kodim 0620 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Cirebon, Mandanews.id - Mengantisipasi dinamika cuaca yang kian sulit diprediksi, Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Kodim 0620 Kabupaten Cirebon menggelar geladi kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Lapangan Makodim Cirebon. Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, hingga partisipasi masyarakat sebagai bagian dari penguatan respons terpadu menghadapi potensi bencana.
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menegaskan bahwa latihan bersama tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan daerah dalam merespons berbagai ancaman bencana alam. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur lainnya sangat penting dalam membangun sistem penanggulangan yang solid.
Ia menyampaikan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada pelaksanaan simulasi. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah kabupaten hingga jajaran kecamatan dan desa, dituntut terus meningkatkan kapasitas dan kewaspadaan agar mampu bertindak cepat saat kondisi darurat terjadi.
Agus juga menekankan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah atau Kodim semata. Kesiapan harus diperkuat hingga ke tingkat paling bawah, mengingat kondisi cuaca dan musim yang saat ini semakin tidak menentu dan berpotensi memicu bencana di berbagai wilayah.
Harapannya, berbagai langkah antisipatif yang dilakukan mampu meminimalkan dampak apabila terjadi kondisi ekstrem, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, Komandan Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M. Yusron, menjelaskan bahwa geladi kesiapsiagaan tersebut melibatkan BPBD, unsur pemerintahan, sekolah-sekolah, serta warga. Latihan terintegrasi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan menghadapi sejumlah potensi bencana yang kerap melanda wilayah Cirebon.
Ia menyebutkan, ancaman bencana di Kabupaten Cirebon meliputi banjir, rob, angin puting beliung, tanah longsor, serta berbagai kejadian alam lainnya yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Menurut Yusron, apel dan latihan kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan di lingkungan Kodim, tetapi juga diperluas hingga kecamatan dan desa. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta kejelasan peran organisasi, sehingga saat eskalasi bencana terjadi, seluruh unsur dapat bergerak secara sinergis, cepat, tepat, dan menyeluruh dalam proses evakuasi maupun penanggulangan.
Bagikan artikel ini: