Logo

Langkah Besar Polindra, Kembangkan Dataset Bahasa Indonesia untuk Teknologi AI Bertaraf Global

Redaktur - mandaNews
Langkah Besar Polindra, Kembangkan Dataset Bahasa Indonesia untuk Teknologi AI Bertaraf Global

Saat berkunjung ke Universitas Indonesia (UI). (Foto/mandanews/red)

Indramayu, MandaNews - Dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berhasil mengembangkan penelitian dataset berbahasa Indonesia untuk sistem Knowledge Graph Question Answering yang berjudul “Indo-WDSimpleQuAD20: An Indonesian Benchmark Dataset for Question Answering System” dan telah diterima oleh jurnal internasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Indramayu, Mohammad Yani, Selasa (17/2/2026).

Mohammad Yani menjelaskan, penelitian pengembangan dataset berbahasa Indonesia untuk sistem Knowledge Graph Question Answering dilakukan oleh tim dosen Polindra dari berbagai program studi.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini juga melibatkan kerja sama dengan mitra eksternal, yakni dosen dari Universitas Indonesia (UI), dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Uniska), serta Sekolah Tinggi BSI Bekasi.

Menurutnya, penelitian tersebut dilakukan karena topik Knowledge Graph Question Answering System merupakan bidang yang sangat populer dan banyak dikembangkan oleh para peneliti di dunia. Namun, dataset untuk bahasa selain Inggris seperti bahasa Jerman sudah tersedia, sementara untuk bahasa Indonesia masih sangat terbatas.

“Hal inilah yang menjadi dasar kami melakukan penelitian ini. Pengembangan dataset berbahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung riset lanjutan serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, penelitian dosen Polindra tersebut telah berhasil diterima di jurnal internasional dan artikelnya telah dipublikasikan pada Desember 2025.

Ke depan, penelitian ini akan dilanjutkan pada kajian lain yang relevan untuk meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya, ke depan penelitian ini tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya. (Win/Dwi)