Logo

Dosen Polindra Kembangkan Sistem IoT Kontrol Motor Listrik 1 Fase, Masuk Jurnal Sinta 3 dan Paten

Redaktur - mandaNews
Dosen Polindra Kembangkan Sistem IoT Kontrol Motor Listrik 1 Fase, Masuk Jurnal Sinta 3 dan Paten

Ketua Peneliti Polindra, Fauzan Amri. (foto/mandanews/red)

Indramayu, MandaNews - Dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berhasil melakukan penelitian dan mengembangkan arsitektur sistem Internet of Things (IoT) untuk kontrol akurat motor listrik 1 fase dalam proses pendosisan Polyaluminium Chloride (PAC) pada air baku PDAM.

Penelitian tersebut telah masuk Jurnal Sinta 3 serta terdaftar sebagai paten sederhana di Kemenkumham Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Peneliti dari Polindra, Fauzan Amri SS i MT kepada awak media, Rabu 11 Februari 2026.

Fauzan menjelaskan, hasil penelitian disusun berdasarkan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan dalam proposal.

Penyajian meliputi data, hasil analisis, serta capaian luaran, baik wajib maupun tambahan, yang didukung oleh sumber pustaka primer dan terkini.

“Seluruh hasil penelitian dilaporkan sesuai tahapan pelaksanaan, dengan penyajian data berupa gambar, tabel, grafik, serta analisis yang relevan,” ujarnya.

Ia memaparkan, sistem kontrol penjernihan air dirancang menggunakan tiga komponen utama, yakni sensor kekeruhan untuk mengukur tingkat kekeruhan air baku, pompa air Panasonic GP-129JXK untuk menginjeksikan larutan PAC, serta NodeMCU ESP32 sebagai pengendali sistem sekaligus antarmuka internet.

Sensor kekeruhan memperoleh daya dari pin 5V–GND dengan keluaran analog yang dialirkan ke GPIO34 ESP32 melalui rangkaian pembagi tegangan agar sinyal tetap sesuai batas kerja ADC.

Nilai ADC kemudian diproses menjadi level tegangan untuk pengolahan lanjutan pada ESP32.

Selain itu, modul sensor inframerah dihubungkan ke GPIO2 sebagai masukan digital, sementara modul relay memperoleh daya dari pin 5V dan dikendalikan melalui GPIO23 untuk menghubungkan atau memutus arus ke pompa air.

Catu daya utama berasal dari adaptor 12V yang diturunkan menjadi 5V DC menggunakan modul step-down.

“Setelah seluruh komponen terhubung, sistem diprogram menggunakan Arduino IDE 1.8.19. ESP32 memantau kualitas air melalui sensor kekeruhan, sensor inframerah, dan modul relay, lalu mengirimkan data ke Firebase melalui koneksi WiFi,” jelas Fauzan.

Data sensor diproses menggunakan median filter untuk mengurangi noise, sementara interrupt routine digunakan untuk menghitung pulsa RPM.

Status air diklasifikasikan berdasarkan nilai Nephelometric Turbidity Unit (NTU) dan ditampilkan secara real-time melalui Firebase.

Lebih lanjut, tampilan data real-time dan konektivitas internet diimplementasikan melalui platform Firebase.

Dashboard berbasis web dibangun menggunakan Bootstrap untuk tata letak, Chart js untuk visualisasi data, serta Firebase Realtime Database untuk penyimpanan data sensor.

Informasi yang ditampilkan meliputi volume air, tingkat kekeruhan, RPM, durasi operasi pompa, dan status air dalam bentuk indikator dan grafik visual.

“Secara keseluruhan, sistem ini mampu menyajikan data sensor secara real-time dalam bentuk nilai numerik, indikator, dan grafik visual,” paparnya.

Fauzan menambahkan, penelitian ini didanai dari dana hibah Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek.

Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, yakni Bagus Dharmawan Hadi.

Penelitian berjudul Arsitektur Sistem IoT untuk Kontrol Akurat Motor Listrik 1 Fase dalam Proses Pendosisan PAC Air Baku PDAM tersebut telah masuk Jurnal Sinta 3 dan terdaftar sebagai paten sederhana di Kemenkumham Republik Indonesia.

“Harapannya, teman-teman dosen terus semangat mengejar dana hibah dan menghasilkan penelitian yang bisa masuk jurnal nasional maupun internasional, sehingga membawa nama Polindra semakin baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Win/Dwi)