"Dermayu Ora Didol, Dermayu Menggugat”, DEMA IAI PDK Soroti Persoalan Indramayu Jelang Usia 499 Tahun

DEMA IAI PDK Kampus Putih Indramayu mengangkat sejumlah persoalan daerah melalui rangkaian poster menjelang usia ke-499 Indramayu. (foto/mandanews/istimewa)
Indramayu, MandaNews - Menjelang Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Pangeran Dharma Kusuma (PDK) Kampus Putih Indramayu menyuarakan kritik terhadap sejumlah persoalan daerah melalui rangkaian poster bertajuk “Dermayu Ora Didol, Dermayu Menggugat," Jumat (02/10/2026).
Poster-poster tersebut mengangkat berbagai isu yang dinilai penting untuk menjadi bahan refleksi bersama, mulai dari akses kesehatan bagi warga miskin, krisis ekologis Pantai Utara (Pantura), dampak industri dan energi, persoalan tambak, hingga arah pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Indramayu.
Melalui pesan yang disampaikan dalam poster-poster tersebut, DEMA IAI PDK mengajak masyarakat untuk tidak hanya memaknai hari jadi sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempertanyakan kondisi daerah dan masa depan masyarakatnya.
“Indramayu Dibangun untuk Siapa?”
Pesan tersebut menjadi salah satu pertanyaan mendasar yang diangkat dalam rangkaian poster. Di tengah perjalanan menuju lima abad Indramayu, pembangunan daerah dinilai perlu terus dibicarakan, terutama terkait siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menghadapi dampaknya.
Isu akses kesehatan bagi masyarakat miskin menjadi perhatian karena pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga. Sementara itu, persoalan ekologis Pantura, dampak industri dan energi, serta tambak berkaitan dengan pembahasan mengenai keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.
Rangkaian poster tersebut juga mengajak publik untuk melihat hubungan antara pembangunan dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Berbagai persoalan daerah diharapkan tidak berhenti menjadi perbincangan, tetapi dapat menjadi bahan diskusi terbuka yang melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Dari Sejarah Darma Ayu Menuju Lima Abad Dermayu
Mengangkat perjalanan sejarah Darma Ayu hingga kondisi Indramayu saat ini, DEMA IAI PDK menempatkan peringatan hari jadi sebagai ruang untuk membaca kembali perjalanan daerah sekaligus membicarakan masa depannya.
Semangat yang dibawa melalui tema “Menuju 5 Abad Dermayu: Gemah, Ripah Loh Digusuri” mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemajuan daerah di tengah berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Melalui slogan “Dermayu Ora Didol, Dermayu Menggugat”, mahasiswa menyuarakan pentingnya ruang diskusi mengenai arah pembangunan, kepentingan masyarakat, serta keberlanjutan sumber daya alam Indramayu.
Pesan yang disampaikan melalui poster-poster tersebut menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menyimak berbagai pandangan, membuka ruang dialog, dan bersama-sama mengawal pembangunan agar tidak meninggalkan warganya.
Menjelang usia ke-499 tahun, Indramayu tidak hanya dihadapkan pada pertanyaan tentang sejauh mana daerah ini berkembang, tetapi juga tentang bagaimana pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (Red/***)
Bagikan artikel ini: